
Living inbrighter future
Insive Indonesian Sustainable Initiative
Pengembangan proyek sosial dan lingkungan untuk solusi iklim berbasis alam di Indonesia.
Tentang
Insive adalah yayasan yang menjalankan proyek sosial-lingkungan di lapangan. Kami memetakan potensi wilayah, menanam dan memulihkan ekosistem, bekerja bersama warga setempat, lalu melaporkan hasilnya dengan data yang bisa diverifikasi.
Insive lahir dari Ailesh, konsultan energi dan lingkungan yang bekerja di lapangan sejak 2018. Dari pekerjaan itu kami belajar bahwa rencana keberlanjutan perusahaan baru berarti jika ada yang menjalankannya bersama warga, bertahun-tahun, dan mencatat setiap hasilnya.
- Berdiri
- 2024
- Bentuk
- Yayasan
- Naungan
- PT Cipta Inovasi Berkelanjutan
- Grup
- Ailesh
- Fokus
- Natural Climate Solutions
- Kantor
- Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta


Visi
Menyelaraskan kelestarian ekologi dengan pemulihan masyarakat, sehingga keanekaragaman hayati dan keadilan sosial menjadi fondasi keberlanjutan global.
Misi
- Mengembangkan proyek karbon biru, kehutanan, dan sosio-biodiversitas dengan pendekatan bentang alam yang berpusat pada masyarakat.
- Menyatukan konservasi ekosistem dengan mata pencaharian yang berkelanjutan.
- Mempertemukan masyarakat, organisasi sipil, swasta, akademisi, dan pemerintah dalam satu program.
- Membangun kerangka untuk mengukur hasil lingkungan dan sosial, lalu belajar darinya.
- Memperkuat kapasitas pelaku lokal agar mereka memimpin pengelolaan ekosistemnya sendiri.
Mengapa sekarang
Indonesia menargetkan net zero pada 2060. Sektor kehutanan dan lahan memikul porsi terbesar dari target penurunan emisi nasional, sehingga hutan, mangrove, dan lahan kelolaan warga ikut menentukan apakah target itu tercapai.
- 1.145MtCO₂e
Emisi gas rumah kaca Indonesia pada 2019, titik acuan Second NDC.
- 2060
Tahun target net zero Indonesia, atau lebih cepat.
- 3,36juta ha
Luas mangrove Indonesia, terluas di dunia.
Sumber: Second NDC Indonesia, 2025 · Enhanced NDC Indonesia, 2022 · Peta Mangrove Nasional KLHK, 2021.

- Pasar karbon sulit dijangkau warga.
Metodologi teknis dan biaya sertifikasi menjadi penghalang utama.
- Banyak program CSR tidak bisa menunjukkan hasil.
Perencanaan, riset, dan pelaksanaannya berjalan sendiri-sendiri.
- Perusahaan butuh mitra pelaksana yang kredibel.
Target ESG dan dekarbonisasi makin ketat, sementara pengembang proyek berbasis alam yang terukur masih sedikit.
Cara kami bekerja
Perusahaan umumnya melewati empat tahap menuju net zero. Kami bisa masuk di tahap mana pun.
- Ukur Menghitung emisi dan stok karbon sebagai titik awal, dengan sensor IoT, perangkat lunak, dan survei lapangan.
- Kurangi Menyusun strategi dekarbonisasi yang realistis untuk operasi perusahaan.
- Imbangi Mengembangkan proyek berbasis alam dan membuka akses ke pasar karbon untuk emisi yang belum bisa dihindari.
- Laporkan Mencatat hasil lewat Digital MRV dan pelaporan berbasis platform, siap diverifikasi pihak ketiga.
Prinsip kerja
- Mulai dari aset warga.
Program disusun dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), berangkat dari potensi yang sudah ada di desa.
- Persetujuan sejak awal.
Setiap proyek melalui proses Free, Prior and Informed Consent (FPIC) bersama warga.
- Hasil yang bisa diperiksa.
Data lapangan dicatat dengan metode yang selaras dengan SRN PPI dan standar Verra.
Layanan
Tiga layanan yang bisa berjalan sendiri atau digabung dalam satu program.
Lingkup: Hutan tanaman industri, hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, REDD+, karbon biru
- Kajian baseline dan perencanaan
- Persemaian dan penanaman
- Sertifikasi karbon dan penguatan kapasitas warga
Jaringan relawan lokal kami melakukan asesmen langsung terhadap penerima manfaat sebelum program dimulai. Program berjalan dalam tiga tahap:
- Co-design dan pemetaan peluang. Memetakan aset dan potensi desa, lalu merancang program bersama mitra komunitas.
- Aksi dan akuntabilitas. Tinjauan berkala dan publikasi media agar pemberi dana dan pelaksana lokal melihat data yang sama.
- Transformasi dan pelaporan. Laporan menyeluruh tentang perubahan yang terjadi dan kesiapan warga untuk melanjutkan secara mandiri.
Pengelolaan hutan dan Digital MRV dikerjakan bersama Archeda, Inc. (Jepang). Alur kredit karbon:
- Tinjauan awal
- Kajian baseline
- Pemetaan area
- Akuntansi karbon
- Pelaporan
- Dukungan verifikasi
Wilayah kerja
Kami bekerja di dua bentang alam yang menyimpan karbon paling besar dan menopang paling banyak warga.
Pesisir
Mangrove dan karbon biru
Mangrove menyimpan karbon di batang, akar, dan sedimen. Hutannya menahan abrasi dan menopang perikanan warga pesisir.
6–8 tCO₂e/ha/tahun
Daratan
Hutan tropis dan lanskap
Kami bekerja pada konservasi hutan (REDD+), hutan tanaman, dan hasil hutan bukan kayu yang memberi penghasilan bagi warga.
1,5–10 tCO₂e/ha/tahun
Di lapangan


Rentang bervariasi menurut lokasi, umur tegakan, dan metode perhitungan.
Program
Program yang sedang dan pernah kami jalankan bersama warga dan mitra.
Pengelolaan sumber daya alam
Pengelolaan kawasan darat dan pesisir dengan fokus karbon hutan, karbon biru, dan REDD+.
Social enterprise
Program CSR berbasis kegiatan lapangan yang tercatat dan memberi penghasilan bagi warga.
| Program | Pilar | Jenis |
|---|---|---|
| Inventarisasi dan pemantauan flora-fauna di kawasan konservasi | Pengelolaan SDA | Riset |
| Penangkaran dan konservasi burung langka yang dilindungi | Pengelolaan SDA | Konservasi |
| Pendampingan persemaian tanaman langka | Pengelolaan SDA | Konservasi |
| Eksplorasi anggrek Gunung Lawu | Social enterprise | Riset |
| Pelatihan budidaya jamur kuping | Social enterprise | Pelatihan |
| Pelatihan kultur jaringan Anggrek Nusantara | Social enterprise | Pelatihan |
| Budidaya lebah madu metode jug | Social enterprise | Penghidupan |
| Pengendalian gulma dengan biopestisida | Social enterprise | Pertanian |
Sebagian anggaran kami dialokasikan khusus untuk riset dan proyek percontohan: karbon biru, penyimpanan karbon, konservasi hutan (REDD+), dan kolaborasi dana jaminan.
Dari lapangan
Galeri kegiatanKerangka acuan
Program kami disusun sesuai regulasi Indonesia dan standar internasional yang dipakai mitra kami dalam pelaporan.
Karbon & iklim — Indonesia
- Perpres No. 110 Tahun 2025 tentang Instrumen Nilai Ekonomi Karbon
- Second NDC Indonesia (2025)
- IDXCarbon, Bursa Karbon Indonesia (2023)
- SRN PPI, Sistem Registri Nasional
Karbon & iklim — Global
- Paris Agreement
- SBTi dan RE100
- EU CBAM
- Verra (VCS)
CSR & sosial — Indonesia
- UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas
- PP No. 47/2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
- UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal
- UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
- UU No. 6/2023 tentang Cipta Kerja
- Permen BUMN PER-1/MBU/03/2023 tentang TJSL BUMN
CSR & sosial — Global
- ISO 26000
- UN Global Compact
- GRI Standards
- OECD Guidelines for Multinational Enterprises
Peta jalan
Target kami hingga 2030.
- 2024Selesai
Pendirian. Badan hukum yayasan, unit riset, dan tim inti terbentuk.
- 2025Selesai
Akselerasi awal. Kemitraan dijalin dan 2–3 proyek percontohan direncanakan.
- 2026Berjalan
Proyek percontohan. Implementasi di dua ekosistem: daratan dan mangrove.
- 2027Target
Verifikasi dan perluasan. Proses MRV proyek percontohan sesuai SRN PPI/Verra; perluasan ke lebih dari 3 provinsi.
- 2028Target
Portofolio dan teknologi. Lebih dari 20 proyek sosio-biodiversitas; platform Digital MRV internal diluncurkan.
- 2030Target
Rujukan regional. Dikenal sebagai rujukan solusi berbasis alam di kawasan, ikut menyumbang pada kebijakan, dengan dampak karbon terverifikasi berskala besar.










